Si Putih-Tere Liye

Bussaina Aqilah

Day 12

[Hikmah Membaca: Buku "Si Putih" oleh Tere Liye]


    Pertama-tama, Saya mau menjelaskan dulu tentang buku bang Tere Liye yang satu ini. Dia juga adalah salah satu dari buku serial "Bumi" karangan Tere Liye. Ini seperti buku-buku penulis lain, seperti Harry Potter dengan 7 seriesnya, The Chronicles of Narnia dengan 7 seriesnya, namun yang ini... Penulis yang berasal dari Indonesia. Ceritanya juga fantasi. Namun series Bumi ini sendiri sudah menyentuh 17 buku. Terdiri dari beberapa spin-off dan cerita utama. Jadi kita akan mendapatkan pandangan cerita dari beberapa sisi tokoh yang ada di dalam buku. Salah satu buku spin-off dari serial Bumi ini adalah kisah Si Putih, kucingnya Raib (tokoh utama perempuan dari 3 sekawan, Ali, Raib dan Seli) yang lucu. Kucingnya yang terlihat biasa dan imut itu ternyata dulunya adalah kucing langka yang berada di Klan Polaris. 

    Teman-teman kalau baca hikmah dari bukunya bund Yuni, terkait Bumi dan Bulan, nah, itu dua series utama (bukan spin-off) dari buku serial "Bumi" ini. Intinya itu bercerita tentang tiga anak muda yang berusaha menyelamatkan keseimbangan antarklan dari orang-orang dan makhluk-makhluk jahat di setiap klannya. Klan paling rendah (katanya) berkemampuan biasa itu dari klan Bumi, lalu klan Bulan (termasuk klan yang hebat, tapi tidak ada apa-apanya dibanding klan Aldebaran yang bisa berubah bentuk menjadi hewan, contohnya ada di buku spin-off Ceroz dan Batozar. Di sana dijelaskan salah satunya, dua manusia setengah badak yang mengerikan yakni Ngglanggeran dan Ngglanggeram (si kembar yang baik hati, tapi ketika malam tiba mereka berubah menjadi dua badak besar dan buas, kehilangan kesadaran dan kewarasannya di malam hari, sehingga menghancurkan dan membunuh apa saja yang ada di sekitar mereka.), klan Polaris, dll. Intinya ini seperti nama-nama planet, angkasa, benda-benda langit, dll.

    Kisah Si Putih ini bercerita tentang masa pandemi, so... Sebelum Si Putih ini muncul, terlebih dahulu dikisahkan tentang sebuah kota bernama E-um yang berada di dalam Klan Polaris. Kota E-Um, termasuk wilayah-wilayah lain, terkena wabah pandemi mematikan. Termasuk anak bernama N-Ou, yang dipisah dari kedua orang tuanya, karena terkena wabah. Umur sebelia itu berpisah dengan kedua orang tuanya, berusaha menghadapi penyakit mematikan dalam tubuhnya. Jutaan manusia mati bergelimpangan di tanah dalam waktu beberapa jam sekali. N-Ou dengan setengah kesadarannya yang melawan virus di dalam tubuhnya, masih sempat membantu seekor kucing putih berekor panjang yang tertindih reruntuhan kota E-Um. Kelak dia akan diberi nama "Si Putih" dan menjadi teman sejati dalam petualangan hebat N-Ou untuk bisa menemui orang tuanya kembali. Cukup sampai di sana, nanti jadi spoiler deh, wkwkwk.

Mengapa Saya mau baca? 
1. Karena seru; 
2. Karena kucing itu menggemaskan; 
3. Banyak hikmah yang dapat diambil di sana. 

Hikmah dan Kesan :
1. Hargailah orang tua selagi ada.
2. Jangan tergiur dengan hal-hal yang membuat kita bermaksiat, berbuat jahat, ingat dengan tujuan mulia kita diciptakan.
3. Kebaikan pasti akan berbuah manis.
4. Luka yang kita miliki bukan berarti membuat kita berhak menyakiti orang lain dan mewariskan luka itu kepada mereka juga.
5. Dendam tak pernah berakhir dengan baik. Bahkan bisa menghilangkan akal sehat dan nurani seseorang.

  Sejauh yang Saya tahu, buku ini mengajarkan kita untuk tidak membalaskan dendam. Itu... Sangat jahat dan tidak berkesudahan. Ingat sekali kalam dari alm. Tuan Guru Kapuh, bagusnya kita itu tidak membalas keburukan orang lain. Misalnya pun membalas, contoh dipukul orang sekali, kita pukul juga dia sekali dan jangan lebih dari sekali apalagi lebih keras pukulannya, jatuh jadi dosa. Apalagi kalau balas dendam ini kan tidak berkesudahan. Kita dendam dengan A, kita jahati si A, anak si A melihat, dia akan dendam ke kita dan keluarga kita, melakukan kejahatan yang sama bahkan lebih dari itu. Bagusnya itu kita ketika dizalimi, dapat do'a yang mustajab dan hadiahnya Surga kalau bersabar dan tidak membalas, malah lebih bagus mengambil do'a mustajab dan hadiahnya kan? Ke orang yang dzalim tadi kita tetap baik, kalau tak tahan, pergi saja. Laporkan ke orang yang bisa menghadapi dan mengatasi dia. Selesai. Bayangkan ya, dendam tak berkesudahan. Kalau ada yang nonton Jumbo, ingat sama tokoh Pak Kades? Yang makam istrinya digusur karena proyek pembangunan? Akhirnya balas dendamnya ke banyak kuburan yang bahkan tidak bersalah. Semua kuburan dihancur, tanahnya dijual. Apa bedanya pak Kades dengan orang-orang yang menggusur kubur istrinya? Bahkan lebih kejam karena ingin semua yang ada di desa matinya tidak tenang. Mau menghancurkan semua kuburan. Dendam itu, mengerikan teman-teman. Jangan ya dek ya, jangan.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Hikmah Buku Pembangun Ruhaniah

Malu Bertanya #21 : Ujian Pria (Syahwat dan Wanita) dan Perempuan (Perasaan dan Harta)