Malu Bertanya #21 : Ujian Pria (Syahwat dan Wanita) dan Perempuan (Perasaan dan Harta)
Laki-laki bertarung melawan syahwatnya. Perempuan bertempur melawan rasa khawatirnya.
Selamanya, perempuan tak akan pernah bisa memahami bagaimana tawaran zina mata, hati, dan kemaluan, seringkali mendatangi laki-laki dengan mudahnya. Apa kalian pikir, perempuan yang berjalan dengan hijab tapi membentuk lekukan di tubuhnya itu tidak menarik syahwat laki-laki? Apa kalian pikir, pose manja dari bibir dan mata seorang perempuan di media sosialnya tidak membentuk imajinasi laki-laki menjadi liar?
Hari ini, kalau kamu melihat seorang laki-laki dewasa yang belum menikah, tinggal di sebuah kota besar, lalu hari-harinya ia sibukan hanya dengan berolahraga, pergi ke majelis, dan beragam kegiatan lainnya seolah ia menunjukan. Aku berani mengatakan bahwa dia adalah orang yang Allah sematkan, “qad aflahal-mu'minun.” Dialah orang mukmin yang beruntung.
Bayangkan saja, ada laki-laki dewasa, punya penghasilan, mandiri, jauh dari orang tua, lalu ia malah memilih untuk membuat tubuhnya lelah dibandingkan melayani syahwatnya, apakah kamu anggap ini hal yang mudah? Ketika tawaran zina semakin murah. Langganan konten porno? Bisa. Open BO? Apalagi.
Pun sebaliknya, laki-laki tak akan pernah bisa memahami bagaimana kekhawatiran menusuk hati perempuan di waktu-waktu sepinya. Pagi ini kau mungkin melihatnya tersenyum. Tapi di malam-malamnya, kepalanya berisik dengan pertanyaan, “Apakah aku, memang tidak ditakdirkan untuk menikah?”
Hari ini, kalau kamu berhasil menjumpai seorang perempuan yang meski umurnya bertambah dan lingkaran pertemanannya menyisakan dirinya seorang, tapi ia senantiasa bersabar di dalam ketataan. Ia istiqamah dengan pakaiannya, salatnya, akhlaknya, dan majelis ilmunya. Percayalah, dia adalah calon perempuan penghuni surga! Sebab di luar sana, betapa banyak perempuan yang gagal dalam ujian kekhawatiran. Mereka tak tahan dan berakhir memilih jalan yang tidak Allah ridai.
Hai sahabat, tanpa kita tahu, setiap dari kita ternyata sedang berjuang dengan ujiannya masing-masing ya? Aku hanya ingin mengatakan, “Menangkanlah!” Jangan kalah dengan syahwat dan rasa khawatir. Sesungguhnya, Rabb kita pasti akan memberikan pertolongan!
Sumber : Kak Sebastian Wahyu : Grup Malu Bertanya (bersama ustadz Amar Ar-Risalah)

Komentar
Posting Komentar