Mengenal Anxiety dan Jenisnya
Anxiety, adalah rasa cemas yang wajar terjadi pada setiap orang. Akan tetapi menjadi hal yang harus diwaspadai jika rasa anxiety ini tidak terkontrol, dikarenakan gangguan kecemasan. Gangguan kecemasan tidaklah sama dengan Anxiety. Jika anxiety dapat dikendalikan dan hilang setelah faktor memicunya teratasi, berbeda dengan gangguan kecemasan yang tidak mudah diatasi bahkan tidak terkendali.
Gangguan kecemasan ini sering disebut dengan Anxiety disorder. Kita lihat dulu, tentang gejala mendasar Anxiety yang normal, seperti :
1. Gelisah
2. Gugup
3. Merasa tegang
4. Nafas memburu (cepat)
5. Gemetar sekujur badan
6. Sulit untuk tidur
7. Banyak keringat (biasanya keringat dingin)
8. Sulit berkonsentrasi
9. Tubuh terasa lemas
10. Ada kecemasan akan mendapatkan hal yang berbahaya
Anxiety Normal Vs Berbahaya
Anxiety yang normal itu dibarengi dengan pikiran yang positif, rasa cemas yang muncul dapat dijadikan sebagai motivasi atau dorongan untuk dapat mengatasi tantangan atau pada situasi tertentu. Contohnya saja saat kita akan menghadapi Ujian Sekolah, UTBK, wawancara kerja, lalu membuat kita merasa cemas dan mendorong kita untuk belajar dan mempersiapkan diri dengan maksimal. Kemudian kita merasa lega setelahnya.
Berbeda dengan anxiety yang berbahaya. Dia akan tetap cemas walau sudah melakukan berbagai cara, bahkan pada saat pemicunya sudah hilang dia tetap merasakan kecemasan tersebut. Bisa jadi tanpa alasan yang jelas, rasa itu tiba-tiba muncul dan tak terkendali sampai mengganggu aktivitas yang merasakannya. Kalau ada tanda-tanda yang seperti ini, patut untuk diwaspadai bahwa seseorang itu mengalami gangguan kecemasan.
Pada masing-masing penderita, memiliki gejala kecemasan yang berbeda-beda pula. Tergantung pada jenis kecemasan yang dia derita.Kita harus mengetahui apakah kecemasan yang dirasakan itu normal ataukah gangguan mental. Jika memang menderita gangguan mental, maka harus ditindak lanjuti ke psikiater atau psikolog.
Jenis-Jenis Anxiety
1. Gangguan Kecemasan Umum/GAD (Generalized anxiety disorder)
Seseorang yang menderita gangguan kecemasan umum bisa merasa cemas dan khawatir secara berlebihan. Itu terjadi saat berkenalan dengan orang lain, berada di tempat umum yang tidak dikenal, terhadap pekerjaan, kesehatan, saat sedang belajar, dan masih banyak lagi. Anxiety ini bisa dirasakan setiap hari, menetap hingga lebih dari enam bulan. Kecemasan ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari sang penderita.
2. Fobia
Fobia merupakan jenis gangguan kecemasan yang condong kapada ketakutan seseorang di masa lalu atau tanpa alasan yang jelas. Yakni rasa takut terhadap sesuatu secara berlebihan. Orang yang memiliki fobia bisa mengalami serangan panik atau rasa takut yang sangat hebat ketika dihadapkan pada sesuatu yang dia takutkan itu.
Misalnya, takut di tempat yang sempit, takut di tempat yang ramai atau pada darah yang berceceran. Pada saat itu terjadi, mereka langsung berusaha secepat mungkin lari atau menghindari hal yang mereka takuti.
3. Gangguan Kecemasan Sosial
Gangguan kecemasan sosial adalah kondisi kesehatan mental kronis ketika harus berinteraksi sosial dan menyebabkan kecemasan yang irasional (tidak wajar). Sang penderita akan merasa malu, takut, meningkatnya kesadaran merasa diri tidak pantas karena merasa akan dinilai oleh oleh orang lain dengan pandangan yang hina. Perasaan khawatir jika nanti menyinggung orang juga sama. Hal ini membuat penderita berusaha menghindari interaksi sosial atau keramaian yang memungkinkannya berinterakti dengan banyak orang.
4. PTSD (Post-Traumatic stres disorder)
Gangguan stres pasca trauma, dapat muncul kepada seseorang yang pernah mengalami kejadian traumatis dan berada di situasi yang membuat nyawanya terancam. Contohnya pernah berada di lingkungan keluarga dengan perlakuan keras, tinggal di medan peperangan, mendapat musibah berupa bencana alam, dan masih banyak lagi.
5. Gangguan Panik
Gangguan panik terjadi saat kita mendapat berita mengejutkan dan kita belum siap untuk menerimanya. Akan tetapi, hal ini normal dialami setiap orang jika ada alasannya. Atau misal, tiba-tiba disuruh untuk maju ke depan kelas tanpa aba-aba atau persiapan. Ini memiliki alasan yang jelas, berbeda dengan gangguan panik yang tidak diketahui jelas alasannya.
Gejala Anxiety atau serangan panik tanpa alasan bisa muncul kapan saja dan bisa terjadi beberapa kali. Gejala yang ditimbulkan adalah, jantung berdebar-debar, keluarnya keringat dingin, pusing, lemas, gemetar, sesak napas dan gejala lainnya tergantung kondisi pada saat itu. Biasanya penderita berusaha menghindari tempat yang umum dan banyak dilewati orang. Karena biasanya gangguan ini kambuh di keramaian.
6. Gangguan Obsesif Komplusif
Gangguan ini sulit dikendalikan. Di mana sang penderita akan melakukan suatu kegiatan berulang kali karena dia was-was apakah sudah melakukannya dengan benar atau lupa apakah tadi sudah melakukannya. Ia melakukan sesuatu kegiatan berulang-ulang agar mengurangi rasa cemasnya. Misal, mencuci tangan 3-10x sampai ia benar-benar yakin bahwa tangannya tercuci dengan bersih.
Beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi gangguan Anxiety :
- Tidak begadang, memberikan istirahat yang cukup pada tubuh
- Mengurangi minuman yang mengandung kafein dan menjauhi minuman yang beralkohol
- Perbanyak olahraga, yoga atau aktivitas lain yang menenangkan sekaligus menguras keringat. Misal, mencabut rumput, menyiram tanaman dan hal-hal yang berkaitan dengan meditasi untuk mengurangi stress.






Komentar
Posting Komentar