Ily dan Aldebaran 1-Tere Liye dan Semua Ikan di Langit-Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie

Bussaina Aqilah

Day 28

[Hikmah Membaca: Buku "Ily", dan "Aldebaran bagian 1" oleh Tere Liye]


    Dalam novel ILY, Seli dan Raib berusaha menyelamatkan teman mereka yang bernama ILY (ada di dalam buku Bulan). ILY di jilid 2 berjudul 'Bulan' diceritakan tewas ketika berusaha menyelamatkan bunga matahari pertama dari salah satu ketua konsil klan Matahari, Fala yang jahat pada festival Bunga Matahari yang diselenggarakan oleh klan Matahari. Tapi ILY sempat memegang tangkai matahari tersebut sebelum dia tewas. Dijelaskan bahwa siapa saja yang memegang bunga matahari pertama di klan Matahari, dia akan dilindungi dari serangan mematikan namun efeknya unik sehingga semua orang mengira ILY telah tewas karena terbujur kaku. Kemudian di "Matahari Minor" dijelaskan bahwa dia hanya mati suri dan ternyata jasadnya diculik oleh Raja Hutan Gelap, dicuci otak, dan dikendalikan, sehingga dia menjadi jahat dan tidak mengenal jati dirinya sama sekali. Dalam misi penyelamatan tersebut, Raib menemukan jawaban tentang siapa ayahnya. Tentu pertemuan mereka sangat tidak menyenangkan. Mengapa? Karena Raja Hutan Gelap yang membunuh ribuan anak itu adalah ayahnya sendiri yang jiwanya sudah mati dan dikendalikan oleh matahari kegelapan (kebalikan dari kekuatan matahari pertama di klan Matahari). Kemudian Seli diminta memilih, entah harus merenggut nyawa Raja Hutan Gelap, ayahnya Raib atau ILY, orang yang sangat dia cintai. 

Hikmah : 
1. Seorang sahabat rela menyelamatkan banyak orang walau ada konsekuensi besar dihadapinya.
2. Seseorang mesti memegang teguh rahasia dan kepercayaan yang diberikan oleh orang lain. Pasti ada hikmah di balik itu semua.
3. Saat menghadapi konflik bersama-sama, entah itu dengan keluarga, saudara, teman maupun dalam suatu tim, maka harus bisa memahami kondisisatu sama lain, peduli dan bertindak, komunikasikan setiap apa yang dirasakan (agar saling memahami perasaan masing-masing).
4. Kebanyakan kasih sayang orang tua itu baru kita sadari ketika mereka telah tiada. Karena orang tua selalu menginginkan yang terbaik pada anak-anaknya. Diam-diam menjaga, diam-diam melindungi, diam-diam memberikan kejutan atau hadiah tanpa pamrih, diam-diam menahan kelelahan hanya untuk kebahagiaan anaknya, diam-diam ingin menjadi orang tua yang hebat bagi anaknya, bahkan... Rela mati demi anaknya. Kadang anak tertutupi rasa marah, benci, sedih karena tidak tahu tentang apa yang sebenarnya dirasakan dan diusahakan oleh orang tua demi mereka.


    Aldebaran 1 menceritakan kelanjutan dari Series Bumi, yakni "ILY". Seli telah memilih keputusan yang besar untuk menyelamatkan klan Matahari Minor. Dia menyimpan rahasia besar yang amat pedih, sampai harus dijauhi oleh Raib. Belum lagi ILY yang tidak mengingatnya sama sekali, Ali juga masih di SagaraS sehingga tidak bisa menyelesaikan konflik antara Seli dengan Raib. Seli berusaha mati-matian memperbaiki hubungannya dengan Raib. Sedang Raib? Dia kalap. Mata, hati, pikirannya tertutupi dengan kebencian dan prasangka buruk. Seli dalam keadaan sangat kritis dan nyaris tewas tanpa bantuan Raib, karena Seli meminjam kekuatan usia 40 tahunnya untuk melawan para musuh di klan Matahari Minor. Akankah Ali kembali? Akankah perjalanan mereka berhenti di sini? Akankah klan Aldebaran bisa terbuka? Akankah Seli selamat atau sesuai dengan kehendak sisi gelap Raib, agar Seli mati saja dan menghilang untuk memuaskan rasa bencinya?

Hikmah : 

1. Komunikasi yang baik penting agar tidak menimbulkan prasangka yang buruk. Tapi kenyataannya sulit bagi kita menyampaikan dengan cara yang baik. Karena kondisi, karena gaya penyampaian kita tidak sesuai dengan kehendak lawan bicara. Atau sudah baik-baik, tapi lawan bicara tak menghargai atau sudah tak mau mendengarkan kita sehingga memerlukan pihak ketiga yang bisa mengomunikasikan tentang hal tersebut.

2. Tidak diperkenankan kita berprasangka buruk tanpa bukti yang jelas, bahkan berpikiran untuk berbuat jahat kepada sesama kita dengan prasangka tersebut. Tentunya balik lagi, kita mudah mengucapkan hal-hal seperti ini. Namun dalam prakteknya kita harus berhadapan dengan ego kita sendiri. Apalagi yang memiliki trauma di masa lalu. Padahal kita sudah tahu ilmunya. Akan tetapi ketika dihadapkan dengan situasi yang tidak menyenangkan, terkadang kita mengalami respons error. Ini dibahas dalam buku Tazkiyatun Nafs, Menyembuhkan Luka Pengasuhan. Di sana membahas bagaimana cara mengatasi hal-hal seperti ini. Memang tidak semudah membalikkan telapak tangan.


[Hikmah Membaca: Buku "Semua Ikan di Langit" oleh Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie]


    Aku sudah membacanya sampai habis. Ah, ternyata benar. 'Beliau' di sini adalah penggambaran bagaimana kisah tentang Tuhan dengan hamba-hamba-Nya. Ini mengingatkanku dengan karya seorang Sufi tentang kisah Laila dan Majnun. Seseorang yang benar-benar mengenal dirinya, dia akan mengenal Tuhan-Nya. Orang yang mengenal Tuhan-Nya, pasti mengenal dirinya. Ketika seseorang sudah mengenal, dia akan mengerti dan bertambah rasa sayangnya. Lalu berkuranglah rasa bingung dan protesnya kepada Tuhan. Orang yang benar mengerti akan takdir yang Tuhan tetapkan, tidak sibuk menyalahkan "Kenapa? Kenapa?" tapi dia akan mencari hikmah yang Tuhan berikan pada dirinya. Belajar menerima. Inilah penggambaran Bus yang semakin mengenal 'Beliau', semakin bertambah rasa cintanya. Sampai-sampai si Bus mengucapkan "Bagaimana bisa aku tidak menyayanginya?" karena setiap tindakkan Beliau selalu membuatnya takjub dan terkagum-kagum.

 Hikmah : 

1.    Merefleksi diri kita tentang makna hubungan hamba dengan Tuhan-Nya. Setiap tokoh di dalam cerita ini memberikan hikmah yang berbeda-beda. Tentang kebaikan serta keburukkan. Tentang makna dan keikhlasan dalam kehidupan. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kumpulan Hikmah Buku Pembangun Ruhaniah

Malu Bertanya #21 : Ujian Pria (Syahwat dan Wanita) dan Perempuan (Perasaan dan Harta)

Si Putih-Tere Liye